Rabu, 04 Maret 2020

belajar dan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi



TUGAS

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran berbasis teknologi





 











Dosen pengampu :
Moh. Hafidz, M.pd.I




Disusun oleh :
Hozeini
20180301191

Semester 4





FAKULTAS TARBIYAH PRODI PAI
UNIVERSITAS IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK 2019-2020


BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI


A.     PENDAHULUAN
Teknologi informasi dan komunikasitelah berkembang begitu sangat pesat dan memberikan yang sangat nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah khususnya pembelajaran.
Pemanfaatan dan pengembangan TIK di dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah dikenal dengan sebutan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan melalui fasilitas yang telah disediakan, guru dan siswa dapat mengolaborasikan kegiatan belajar dan mengajar didalam kelas dengan efektif.
Salah satu alat dalam TIK adalah komputer, dimana komputer mempunyai banyak kelebihan. Terutama bila dimanfaatkan dalam pembelajaran. Sehingga peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan sumber informasi.
Dari saking banyaknya peluang baru yang ditawarkan TIK sangat begitu menarik namun tidak bisa dipungkiri bahwa peran guru sebagai pendidik tidak dapat digantikan. TIK hanya berfungsi sebagai alat bantu saja, peserta didik masih sangat butuh terhadap pemahaman yang benar dalam menerapkan TIK di dalam suatu pembelajaran.

B.     KONSEP BELAJAR,  PEMBELAJARAN DAN MENGAJAR
Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai sehingga terjadi perubahan dalam diri siswa kearah yang positif.
Sedangkan menurut sudjana(2004:28) pengertian pembelajaran: pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yaitu peserta didik dan pendidik(sumber belajar) yang melakukan pembelajaran.
Pembelajaran berbasis TIK adalah upaya memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses terjadinya pembelajaran. TIK ini hanya berperan sebagai alat bantu bukan subyek utama. Dalam pembelajaran yang berbasis TIK berperan sebagai media penghubung untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Dua unsur yang paling penting didalam proses menfransfer ilmu pengetahuan tersebut yaitu unsur media dan pesan yang akan disampaikan melalui media tersebut. Unsur media menggambarkan TIK sebagai jaringan insfrastruktur yang menghubungkan pendidik dengan peserta didik sedang unsur pesan menggambarkan konten pembelajaran digital.

C.     JENIS-JENIS AKTIVITAS BELAJAR
Dalam proses belajar mengajar merupakan proses interaksi antara guru dengan murid. Dimana didalamnya itu sangat banyak kegiatan atau aktivitas yang dilakukan. Guru diharuskan mampu untuk memanfaatkan beragam aktivitas yang mungkin dilakukan didalam pembelajaran agar mampu dengan mudah menyampaikan materi yang seharusnya disampaikan kepada siswa, dan siswapun dengan mudah memahami materi yang disampaikan dengan variasi aktivitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing.
Paul B. Diedrich (sardiman,2006:101), menyatakan bahwa kegiatan siswa digolongkan sebagai berikut: Visual activities, meliputi membaca, memperhatikan gambar, demonstrasi dan percobaan. Oral activities, meliputi menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran dan mengeluarkan pendapat. Listening activities, meliputi mendengarkan percakapan, diskusi dan pidato. Writing activities, meliputi menulis cerita, karangan, laporan dan menyalin. Motor activities, meliputi melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain,berkebun dan beternak. Mental activities, meliputi menanggapi, mengingat, memecahkan soal dan menganalisis. Emotional activities, meliputi menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang dan gugup.
Dari banyaknya kombinasi jenis aktivitas belajar diatas akan sangat membantu baik guru maupun peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran sehingga memudahkan dalam mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Tidak semua jenis aktivitas belajar harus ada didalam pembelajaran karena terdapat materi pelajaran yang tidak mampu melakukan atau tidak sesuai dengan jenis aktivitas itu.
Sehingga guru harus mampu dalam memilih jenis aktivitas belajar yang tepat terhadap materi pembelajaran.

D.     PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Dikemukakan oleh Rothwal A.B (1961) adalah : Prinsip kesiapan (readinees) proses belajar dipengaruhi kesiapan siswa. Yang dimaksus kesiapan siswa adalah kondisi yang memungkinkan dia dapat belajar. Prinsip motivasi (motivation) tujuan belajar diperlukan suatu proses yang terarah. Sedangkan motivasi adalah suatu kondisi dari siswa untuk memprakarsai suatu kegiatan, mengatur arah kegiatan itu dan memelihara kesungguhan. Prinsip persepsi seseorang cenderung untuk percaya sesuai dengan bagaimana dia memahami situasi. Persepsi adalah interpertasi tentang situasi yang hidup. Setiap individu melihat dunia dengan caranya masing-masing, persepsi ini mempengaruhi perilaku individu. Prinsip tujuan tujuan harus jelas dalam pikiran dan diterima oleh siswa pada saat proses terjadi. Tujuan adalah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh seseorang. Prinsip belajar kognitif belajar kognitif melibatkan proses pengenalan dan penemuan. Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, bernalar, menilai dan berimajinasi. Prinsip belajar afektif proses belajar afektif seseorang menemukan bagaimana dia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru. Belajar afektif mencakup nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Prinsip belajar psikomotor proses individu menentukan bagaimana dia mampu mengendalikan aktivitas ragawinya. Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik. Prinsip belajar evaluasi jenis cakupan validitas evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya pelaksanaan latihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan.

E.      TIPE GAYA BELAJAR
Salah satu langkah untuk mengetahui bagaimana cara belajar efektif adalah dengan mengenal gaya belajar yang sesuai untuk kita. Berikut adalah 7 gaya belajar yang perlu kita ketahui:
Visual (spatial) gaya belajar visual ditandai dengan preferensi kamu untuk belajar dengan menggunakan gambar, grafik, warna, imajinasi visual dan spasial. Nah, kalau kamu memiliki pemahaman di hal-hal tersebut berarti kamu tipe orang dengan gaya belajar visual. Misalnya saja kamu punya sense yang baik saat membaca peta atau mengikuti instruksi sesuai dengan gambar.
Aural (auditory) gaya belajar auditory ditandai dengan kemudahan dalam memproses informasi dengan baik dari berbagai sumber suara, seperti penjelasan guru, pidato, rekaman suara. Biasanya, orang yang cocok dengan gaya belajar aural atau auditory ini lebih senang mendengarkan materi dikelas atau duduk diam mendengarkan audio book. Orang dengan gaya belajar aural juga memiliki kecenderungan untuk sukses dibidang musik, karena mempunyai sense yang baik terhadap nada dan ritme.
Verbal (linguistic) gaya belajar verbal ditandai dengan preferensi untuk menggunakan kata kata,baik dalam membaca maupun menulis dalam memahami pelajaran.pelajar verbal nyaman dengan banyak membaca,berbicara dan menulis saat belajar.pelajar verbal juga cenderung menyukai permainan kata,puisi,pantun dan menemukan arti kata.
Phycikal (kinesthetic) nah,kalau gaya belajar kinestetik biasanya ditandai dengan cepatnya menerima dan mengolah informasi dari hal hal fisik.misalnya saja sentuhan,kehadiran alat peraga dan partisipasi diri sendiri dalam proses belajar.kamu cenderung merasa perlu untuk mengalami sesuatu secara langsung untuk benar benar memahami suatu hal.kamu juga punya sensi yang baik tentang tekstur atau bentuk.biasanya,anak dengan gaya belajar kinestetik menyukai kegiatan fisik seperti olahraga.
Logical (mathematical) kamu merasa unggul saat menghitung? Berarti gaya belajarmu adalah mathematical,nih.biasanya kamu akan cepat menyadari suatu bentuk pola dan melihat keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya yang biasanya tidak disadari banyak orang.kamu juga bisa memahami sesuatu dengan menyambungkan koneksi dari berbagai detil dan menyusunnya dengan terorganisir seperti bermain puzzle.
Solitary (intrapersonal) kamu suka belajar dikeadaan sepi dan menyendiri? Bisa jadi kamu cenderung punya gaya belajar intrapersonal. Dengan mengerjakan semuanya sendiri, kamu bisa membuat dan mengetahui personal interest dan goals. Biasanya kamu lebih senang membaca buku atau belajar dari laptop/hp.

F.      TEORI BELAJAR BEHAVIOURISTIK, KOGNITIF DAN KONSTRUKTIVISTIK
Teori belajar behaviorisme adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal dengan behavioristik. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif.
Teori belajar kognitivisme mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses informasi dan peajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Peneliti yang mengembangkan teori kognitif adalah Ausubel, Bruner dan Gagne. Dari tiga peneliti masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada aspek pengelolahan yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Bruner bekerja pada pengelompokkan.
Teori belajar konstruktivisme bersifat membangun dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

G.     KOMPONEN PEMBELAJARAN
Komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar. Didalam suatu pembelajaran terdapat komponen yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu :
Kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja, akan tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang dihadapkan. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat sangat pentingnya peranan kurikulum didalam suatu pendidikan dan didalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.
Guru merupakan satu diantara pembentukan utama calon warga masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar( penyampai ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam bahasa indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Siswa atau murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan, dibawah bimbingan seorang guru atau beberapa guru.  
 Komponen-komponen dalam pembelajaran adalah METODE PEMBELAJARAN adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan sangat baik. Metode tersebut antara lain : metode ceramah itu menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan. Metode tanya jawab itu guru memberikan pertanyaan kepada muridnya atau sebaliknya. Metode diskusi itu penyampaian bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan masalah. Metode demontrasi itu metode mengajarnya dengan cara memperagakan barang atau kejadian baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Metode eksperimen itu cara guru dan murid bersama-sama mengerjakan suatu percobaan untuk mengetahui pengaruh dari sesuatu aksi.
Komponen-komponen dalam proses pembelajaran adalah MATERI merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Dalam kegiatan belajar, materi harus didesain sedemian rupa, sehingga cocok untuk mencapai suatu tujuan dengan memperhatikan komponen yang lain. Pemilihan materi harus bener-bener dapat memberikan kecakapan dalam memecahkan masalah dikehidupan sehari-harinya. ALAT PEMBELAJARAN (MEDIA) media adalah perantara atau pengantar suatu  pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Sedang media pembelajarannya adalah perangkat lunak atau perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu belajar. EVALUASI  itu suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu hal, guna mengetahui hasil belajar siswa mengembangkan kemampuan belajar.

H.     TIPE-TIPE PEMBELAJARAN
Tipe Pembelajaran kooperatif jigsaw, guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok. Setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi dari  beberapa pelajaran, supaya siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sudah dibagi dengan kelompoknya.
Tipe pembelajaran kooperatif NHT ( number heads together), tipe ini digunakan untuk melibatkan siswa dalam penguatan pemahaman pembelajaran atau mengecek pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
Tipe pembelajaran kooperatif STAD ( student teams Achievement division), tipe ini digunakan untuk mendukung dan momotivasi siswa mempelajari materi secara berkelompok. Tipe ini menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.
Tipe pembelajaran kooperatif TAI ( team accelerated instruction), tipe ini mengkombinasi keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini dirancang untuk mengamati ksulitan belajar siswa secara individual ciri khas pada tipe ini setiap siswa secara individual dibawa kekelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok dan jawabannya pun ditanggung oleh bersama.
Tipe pembelajaran kooperatif PICTURE AND PICTURE,  tipe ini digunakan untuk media gambar dalam proses pembelajarannya yaitu dengan cara memasang atau mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis.
Tipe pembelajaran kooperatif PROBLEM SOLVING ( berbasis masalah ), tipe ini menggiring siswa untuk dapat menyelesaikan masalah. Masalah ini dapat diperoleh dari guru atau siswa. Proses pembelajarannya siswa dilatih untuk kritis dan kearif dalam memecahkan masalah serta difokuskan pada membangun struktur kognitif siswa.

I.        PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Terdapat dua jenis pendekatan, yaitu :
Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dan ada juga macam-macam pendekatan pembelajaran.
Pendekatan konstektual, merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa mendorong membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka.
Pendekatan konstrutivisme, ini lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswanya sendiri yang didasari oleh pengetahuan.
Pendekatan deduktif, pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan.
Pendekatan induktif,  ini menekankan pada pengamatan terlebih dahulu lalu menarik kesimpulan berdasarkn pengamatan tersebut. Biasanya pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.
Pendekatan konsep, pendekatan ini biasanya mengarahkan peserta didik menguasai sebuah konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep.
Pendekatan proses, ini pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. Atau pendekatan ini berorientasi pada proses bukan hasil.

J.       PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Di kalangan para pendidik atau guru pembelajaran berbasis TIK ini merupakan bentuk pembelajaran yang relatif sangat baru karena pembelajaran selama ini pasti selalu kegiatan tatap muka di dalam kelas antara guru dan murid. Pembelajaran berbasis TIK  ini adalah upaya memanfaatkan kemajuan TIK saat ini untuk mendukung terjadinya proses yang namanya pembelajaran. TIK ini hanya berperan sebagai alat bantu saja bukan sebagai subyek utama.
Di dalam pembelajaran berbasis TIK ini berperan sebagai media penghubung untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dari guru kepada murid. Pada tahap ini guru sebagai penyampai materi. Konten digital yang disampaikan hanya bersifat tambahan sehingga tidak wajib disampaikan. Proses pembelajaran dibatasi oleh ruang dan waktu.

K.     PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
Multimedia merupakan salah satu bentuk teknologi komputer yang saat ini banyak dan sering digunakan dalam bidang pendidikan. Multimedia ini mencakup berbagai media dalam satu perangkat lunak. Pada dasarnya, pembelajaran diselenggerakan dengan harapan agar siswa mampu menangkap atau menerima, memproses, menyimpan serta mengeluarkan informasi yang telah diolahnya.
Multimedia dapat menyajikan sebuah tampilan berupa teks nonsekuensial, nonlinier dan multidimensional secara interaktif. Visualisasi tersebut akan mempermudah dalam memilih mensintesa dan mengelaborasi pengetahuan yang ingin dipahami. Multimedia hanya salah satu sarana yang mempermudah proses belajar mengajar tetapi belum tentu sesuai untuk menyajikan semua pokok bahasan dalam proses belajar mengajar. Selain itu perbedaan individual siswa, sesuai dengan kecepatan dan kemampuan belajarnya dapat dibantu dengan layanan program komputer yang disesuaikan dengan bahan ajar yang diperlukan dan komunikasi yang berlangsung antara siswa dan komputer dibawah fasilitator guru diwujudkan dalam bentuk stimulus-respons.

L.      TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN
Teknologi informasi bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman.
Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara eletronik. Jika dilihat pada saat ini perkembangan teknologi informasi terutama di indonesia semakin berkembang.
Ternyata banyak sekali manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya dalam bidang pendidikan. Dengan adanya  pendidikan dimungkinkan terjadinya penyebarluaskan teknologi informasi dan tranformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor pendidikan.

M.    KESIMPULAN
Jadi dapat kami simpulkan bahwa belajar dan pembelajaran berbasis teknolgi informasi dan komunikasi itu yang namanya teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan atau hari melainkan jam. Terutama berkaitan dengan teknologi informasi dankomunikasi yang ditunjang dengan teknologi eletrotika. Pengaruhnya sangat meluas ke berbagai bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan.









N.     DAFTRA PUSTAKA
  


5 komentar:

  1. Apakah semua pelajar di era modern ini wajib dan harus tau dan paham tentang TIK ?

    BalasHapus
  2. Iya harus karena TIk ini Semakin berkembang

    BalasHapus
  3. bagaimana dengan mereka yang menyandang distabilitas ?

    BalasHapus
  4. iya kan bisa diajari secara bertahap toh

    BalasHapus

teknologi informasi dan komunikasi untuk penilaian pembelajaran

TUGAS Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk penilaian pembelajaran Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran ber...