TUGAS
Blended learning dalam pembelajaran
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran berbasis teknologi
Dosen
pengampu :
Moh.
Hafidz, M.pd.I
Disusun oleh :
Hozeini
20180301191
Semester 4
FAKULTAS
TARBIYAH PRODI PAI
UNIVERSITAS
IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK
2019-2020
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Perkembangan
kemajuan tekonologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan sangat
pesat. Sehingga pantas jika para ahli itu menyebutnya dengan revolusi.
Perubahan yang saat ini terjadi disebabkan oleh potensi dan kemampuan teknologi
informasi dan komunikasi yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan
memenuhi kebutuhan mereka akan informasi hamper tanpa batas. Beberapa
keterbatasan yang dulu dialami oleh manusia dalam berhubungan satu dengan yang
lainnya, seperi halnya faktor jarak, waktu, jumlah, kapasitas, dan kecepatan. Kini sudah dapat diatasi oleh
dikembangkannya teknologi informasi dan komunikasi.
Pengaruh
TIK didalam dunia pendidikan semakin sejalan dengan adanya pergeseran pola
pembelajaran dari tatap muka yang konvensional kearah pendidikan yang lebih
terbuka dan bermedia (Mukhopadhyay M:1995). Bishop G.(1989) meramalkan bahwa
pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (fleksibel), terbuka dan dapat
diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang factor jenis, usia maupun
pengalaman pendidikan sebelumnya.
Dengan
adanya TIK didalam dunia pendidikan sudah ada kemungkinan belajar dengan jarak
jauh dengan menggunakan yang namanya media internet untuk menghubungkan antara
mahasiswa dengan dosennya dan semuanya serba online misalnya melihat nilai mahasiswa
dan sebagainya itu sudah dapat dilakukan dengan media internet.
Faktor
utama distance learning selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya
interaksi antara dosen dengan mahasiswa. Maka dari itu media internet memungkinkan
untuk melakukan interaksi antara mahasiswa dengan dosen baik dalam bentuk real
time (waktu nyata) atau tidak. Waktu yang nyata seperti dalam suatu chatroom,
interaksi langsung dengan real audio dan video, waktu yang tidak nyata seperti
discussion group. Interaksi antara dosen dan mahasiswa dikelas kemungkinan akan
tergantikan walaupun tidak 100%.
Pembelajaran
konvensional tidak lagi sepenuhnya menjadi andalan namun ditengah kemajuan TIK
sangta diperlukan variasi metode yang lebih memberikan kesempatan untuk belajar
dengan memanfaatkan media yang ada tidak hanya man power seperti guru.
Pembelajaran yang saat ini butuhkan adalah memanfaatkan TIK dengan tidak
meninggalkan pola bimbingan langsung dari pengajar dan memanfaatkan sumber
belajar secara luas. Konsep ini diistilahkan dengan pencampuran antara blended
e-learning dengan konvensional sehingga disebut dengan yang namanya blended
learning.
B. Rumusan
masalah
Dari
latar belakang diatas dapat kami rumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana konsep blended learning ?
2.
Bagaimana karakteristik blended learning ?
3.
Bagaimana pula cara penerapan blended learning ?
4.
Bagaimana prosdur blended learning dalam pembelajaran
?
C. Tujuan
Setiap
sesuatu pasti mempunyai tujuan, maka dari itu makalah ini juga punya tujuan
sebagai berikut:
1.
Mahasiswa dapat memahami konsep blended learning
2.
Mahasiswa dapat memahami bagaimana karakteristik
blended learning
3.
Untuk memahami bagaimana cara penerapan blended
learning
4.
Untuk memahami bagaimana prosdur blended learning
dalam pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep
blended learning
Secara
etimologi istilah blended learning ini terdiri dari dua kata yaitu blended dan
learning. Kata blended ini berarti campuran, bersama-sama untuk meningkatkan
kualitas agar bertambah baik (Collins Dictionary) atau formula suatu
penyelarasan kombinasi atau perpaduan (Oxford English Dictionary) (Heinze and
Procter, 2006:236). Sedangkan learning yaitu memiliki makna yang umum yakni
belajar, dengan demikian sepintas mengandung makna pembelajaran yang mengandung
unsur pencampuran atau penggabungan antara
satu pola dengan pola yang lain. Apa yang dicampur ? Elenena (2006)
menyampaikan bahwa yang dicampurkan adalah dua unsur utama, yakni pembelajaran
dikelas (class room lesson) dengan online learning.[1]
Garrison
dan Vaughan (2008) mendefinisikan yang dikutip oleh Francine S.Glazer, bahwa
blended learning adalah proses pembelajaran campuran tatap muka dengan online,
sehingga menjadi pengalaman belajar yang unik.[2]
B. Karakteristik
blended learning
Karakteristik
blended learning yaitu:
1.
Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara
penyampaian, model pembelajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media yang
berbasis teknologi yang beragam.
2.
Sebuah kombinasi pembelajaran langsung (face to face),
belajar mandiri dan belajar mandiri via online.
3.
Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari
cara penyanpaian, cara mengajar dan gaya pembelajarannya.
4.
Guru dan orang tua peserta belajar memiliki peran yang
sama penting, guru sebagai fasilitator dan orang tua sebagai pendukung.
C. Penerapan
blended learning
Penerapan
ini sudah banyak digunakan oleh penyelenggara suatu pendidikan terbuka dan
jarak yang jauh. Waktu dulu hanya universitas terbuka saja yang diizinkan
menyelenggarakan pendidikan dengan jarak jauh, tapi sekarang dengan terbitnya
surat keputusan mentri pendidikan nasional NO.107/U/2001 (2 juni 2001) tentang
penyelenggaraan program pendidikan tinggi jarak jauh. Maka dengan itu perguruan
tinggi yang mempunyai kapasitas menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak
jauh menggunakan blended e-learning.
Materi
pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks,
grafik, animasi, simulai, audio dan video.
Perbedaan
antara pembelajaran tradisional dengan blended learning adalah kalau
tradisional guru itu dianggap sebagai orang yang serba tahu dan tugasnya
menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada siswa. Sedangkan blended learning itu
focus utamanya adalah pelajar atau siswa, pelajar mandiri pada waktu tertentu
dan bertanggung jawab untuk pembelajarannya.
Penerapan
blended learning ini didalam pendidikan dasar dan pendidikan menengah tidak
begitu dibutuhkan jika penerapannya disamakan dengan penerapan yang diterapkan
diperguruan tinggi. Karena ada perbedaan pendekatan dan metode pendidikan
terutama yang diperguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan jarak jauh.
Sedangkan pelaksanaan pendidikan dasar dan pendidikan menengah, harus
menerapkan tatap muka dalam pembelajarannya, akan tetapi bukan berarti dalam
pendidikan dasar dan pendidikan menengah tidak dapat menerapkan blended
learning, hanya saja secara teknis pelaksanaan pembelajaran tidak dapat
disamakan seperti diperguruan tinggi yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
Proses
pembelajaran blended learning ini dibutuhkan pada saat penyampaian atau pemberian
materi pelajaran, pemberian tugas hingga penugasan-penugasan kepada peserta
didikyang dilaksanakan diluar jam sekolah.
Blended
learning ini butuhkan pada saat :
1. Proses
belajar mengajar tidak hanya tatap muka, namun menambah waktu pembelajaran dengan
memanfaatkan teknologi internet.
2. Mempermudah
dan mempercepat proses komunikasi non-stop antara pendidikan dan siswa.
3. Siswa dan
pendidik dapat diposisikan sebagai pihak yang belajar.
4. Membantu
proses percepatan pendidikan yang salah satunya dengan menerapkan flip classroom yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi. [3]
D.
Prosdur blended
learning dalam pembelajaran
Dengan meningkatkan kualifikasi guru merupakan salah satu perioritas
pemerintah Indonesia, hal tersebut sebagai wujud realisasi UU guru dan dosen
no. 14/2005 yang mensyaratkan guru untuk memiliki kualifikasi minimal S-1 dan
memiliki sertifikat dalam mengajar. Secara spesifik professor Steve Slemer
(2005) dan Soekartawi (2005) menyarankan 6 tahapan dalam merancang dan
menyelenggarakan blended learning agar hasilnya optimal, yaitu :
1. Tetapkan
macam dan materi bahan ajar
2. Tetapkan
rancangan dari blended learning yang digunakan
3. Tetapkan
format dari on-line learning
4. Lakukan
uji terhadap rancangan yang dibuat
5. Selenggarakan
blended learning dengan baik dengan cara menyiapkan tenaga pengajar yang ahli
dalam bidang tersebut
6. Siapkan
kriteria untuk melakukan evaluasi pelaksanaan blended learning.
Program
ini berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan
internet sebagai utama, tatap muka dilakukan hanya beberapa kali pada program
resendensial, selebihnya menggunakan program e-learning. [4]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Garrison
dan Vaughan (2008) mendefinisikan yang dikutip oleh Francine S.Glazer, bahwa
blended learning adalah proses pembelajaran campuran tatap muka dengan online,
sehingga menjadi pengalaman belajar yang unik.
Karakteristik
blended learning yaitu:
1.
Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara
penyampaian, model pembelajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media yang
berbasis teknologi yang beragam.
2.
Sebuah kombinasi pembelajaran langsung (face to face),
belajar mandiri dan belajar mandiri via online.
3.
Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari
cara penyanpaian, cara mengajar dan gaya pembelajarannya.
4.
Guru dan orang tua peserta belajar memiliki peran yang
sama penting, guru sebagai fasilitator dan orang tua sebagai pendukung.
Daftar pustaka
Tri
luqman, H. dan Erfan Dinarin, A. (2013). Yogyakarta:Deepublish. Yendri, d.
(2013). Blended learning.
France
S.Glazer, blended learning, (Virginia: Stylus Publishing,2012), hal 1
[1] Qais Muhammad. 2018. Makalah teori belajar dan
pembelajaran. Di unduh di https://www.academia.edu/makalah_pendekatan_blended_learning.docx
tanggal 21 bulan maret 2020 pukul 20.30
[3][3] Qais Muhammad. 2018 diunduh
di https://www.academia.edu/makalah_pendekatan_blended_learning.docx
diakses pada 21 maret 2020 pukul 20.31
[4] Tri luqman, H. dan Erfan Dinarin, A. (2013).
Yogyakarta:Deepublish. Yendri, d. (2013). Blended learning.
Bagaima metode pembelajaran yg mengenai praktek dalam pembelajaran yg menggukanBlended Learning yg telah dilakukan secara online krn praktek itu butuh berhadapan langsung agar mengetahui dgn mudah n jelas
BalasHapusBlended learning ini metodenya secara campuran antara tatap muka dengan online. Misalnya kayak kita alami waktu kuliah pas materi pak hafid .ini kan metodenya tatap muka dengan online pada waktu tatap muka kita diajari bagaimana cara membuat blog dan sebagainya pada waktu online kita mengerjakan apa saja tugas dari pak dosen tersebut.
BalasHapus