Sabtu, 11 April 2020

blended learning dalam pembelajaran


TUGAS

Blended learning dalam pembelajaran

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran berbasis teknologi





 











Dosen pengampu :
Moh. Hafidz, M.pd.I




Disusun oleh :
Hozeini
20180301191
Semester 4




FAKULTAS TARBIYAH PRODI PAI
UNIVERSITAS IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK 2019-2020

BAB 1
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang
Perkembangan kemajuan tekonologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan sangat pesat. Sehingga pantas jika para ahli itu menyebutnya dengan revolusi. Perubahan yang saat ini terjadi disebabkan oleh potensi dan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan memenuhi kebutuhan mereka akan informasi hamper tanpa batas. Beberapa keterbatasan yang dulu dialami oleh manusia dalam berhubungan satu dengan yang lainnya, seperi halnya faktor jarak, waktu, jumlah, kapasitas,  dan kecepatan. Kini sudah dapat diatasi oleh dikembangkannya teknologi informasi dan komunikasi.
Pengaruh TIK didalam dunia pendidikan semakin sejalan dengan adanya pergeseran pola pembelajaran dari tatap muka yang konvensional kearah pendidikan yang lebih terbuka dan bermedia (Mukhopadhyay M:1995). Bishop G.(1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (fleksibel), terbuka dan dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang factor jenis, usia maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Dengan adanya TIK didalam dunia pendidikan sudah ada kemungkinan belajar dengan jarak jauh dengan menggunakan yang namanya media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya dan semuanya  serba online misalnya melihat nilai mahasiswa dan sebagainya itu sudah dapat dilakukan dengan media internet.
Faktor utama distance learning selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dengan mahasiswa. Maka dari itu media internet memungkinkan untuk melakukan interaksi antara mahasiswa dengan dosen baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Waktu yang nyata seperti dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio dan video, waktu yang tidak nyata seperti discussion group. Interaksi antara dosen dan mahasiswa dikelas kemungkinan akan tergantikan walaupun tidak 100%.
Pembelajaran konvensional tidak lagi sepenuhnya menjadi andalan namun ditengah kemajuan TIK sangta diperlukan variasi metode yang lebih memberikan kesempatan untuk belajar dengan memanfaatkan media yang ada tidak hanya man power seperti guru. Pembelajaran yang saat ini butuhkan adalah memanfaatkan TIK dengan tidak meninggalkan pola bimbingan langsung dari pengajar dan memanfaatkan sumber belajar secara luas. Konsep ini diistilahkan dengan pencampuran antara blended e-learning dengan konvensional sehingga disebut dengan yang namanya blended learning.

B.     Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas dapat kami rumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana konsep blended learning ?
2.      Bagaimana karakteristik blended learning ?
3.      Bagaimana pula cara penerapan blended learning ?
4.      Bagaimana prosdur blended learning dalam pembelajaran ?

C.     Tujuan     
Setiap sesuatu pasti mempunyai tujuan, maka dari itu makalah ini juga punya tujuan sebagai berikut:
1.      Mahasiswa dapat memahami konsep  blended learning
2.      Mahasiswa dapat memahami bagaimana karakteristik blended learning
3.      Untuk memahami bagaimana cara penerapan blended learning
4.      Untuk memahami bagaimana prosdur blended learning dalam pembelajaran




BAB II
PEMBAHASAN
A.     Konsep blended learning
Secara etimologi istilah blended learning ini terdiri dari dua kata yaitu blended dan learning. Kata blended ini berarti campuran, bersama-sama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik (Collins Dictionary) atau formula suatu penyelarasan kombinasi atau perpaduan (Oxford English Dictionary) (Heinze and Procter, 2006:236). Sedangkan learning yaitu memiliki makna yang umum yakni belajar, dengan demikian sepintas mengandung makna pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antara  satu pola dengan pola yang lain. Apa yang dicampur ? Elenena (2006) menyampaikan bahwa yang dicampurkan adalah dua unsur utama, yakni pembelajaran dikelas (class room lesson) dengan online learning.[1]
Garrison dan Vaughan (2008) mendefinisikan yang dikutip oleh Francine S.Glazer, bahwa blended learning adalah proses pembelajaran campuran tatap muka dengan online, sehingga menjadi pengalaman belajar yang unik.[2]

B.     Karakteristik blended learning
Karakteristik blended learning yaitu:
1.   Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pembelajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media yang berbasis teknologi yang beragam.
2.   Sebuah kombinasi pembelajaran langsung (face to face), belajar mandiri dan belajar mandiri via online.
3.   Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyanpaian, cara mengajar dan gaya pembelajarannya.
4.   Guru dan orang tua peserta belajar memiliki peran yang sama penting, guru sebagai fasilitator dan orang tua sebagai pendukung.

C.     Penerapan blended learning
Penerapan ini sudah banyak digunakan oleh penyelenggara suatu pendidikan terbuka dan jarak yang jauh. Waktu dulu hanya universitas terbuka saja yang diizinkan menyelenggarakan pendidikan dengan jarak jauh, tapi sekarang dengan terbitnya surat keputusan mentri pendidikan nasional NO.107/U/2001 (2 juni 2001) tentang penyelenggaraan program pendidikan tinggi jarak jauh. Maka dengan itu perguruan tinggi yang mempunyai kapasitas menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh menggunakan blended e-learning.
Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks, grafik, animasi, simulai, audio dan video.
Perbedaan antara pembelajaran tradisional dengan blended learning adalah kalau tradisional guru itu dianggap sebagai orang yang serba tahu dan tugasnya menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada siswa. Sedangkan blended learning itu focus utamanya adalah pelajar atau siswa, pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung jawab untuk pembelajarannya.
Penerapan blended learning ini didalam pendidikan dasar dan pendidikan menengah tidak begitu dibutuhkan jika penerapannya disamakan dengan penerapan yang diterapkan diperguruan tinggi. Karena ada perbedaan pendekatan dan metode pendidikan terutama yang diperguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan jarak jauh. Sedangkan pelaksanaan pendidikan dasar dan pendidikan menengah, harus menerapkan tatap muka dalam pembelajarannya, akan tetapi bukan berarti dalam pendidikan dasar dan pendidikan menengah tidak dapat menerapkan blended learning, hanya saja secara teknis pelaksanaan pembelajaran tidak dapat disamakan seperti diperguruan tinggi yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
Proses pembelajaran blended learning ini dibutuhkan pada saat penyampaian atau pemberian materi pelajaran, pemberian tugas hingga penugasan-penugasan kepada peserta didikyang dilaksanakan diluar jam sekolah.
Blended learning ini butuhkan pada saat :
1.      Proses belajar mengajar tidak hanya tatap muka, namun menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet.
2.      Mempermudah dan mempercepat proses komunikasi non-stop antara pendidikan dan siswa.
3.      Siswa dan pendidik dapat diposisikan sebagai pihak yang belajar.
4.      Membantu proses percepatan pendidikan yang salah satunya dengan menerapkan flip classroom yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. [3] 

D.      Prosdur blended learning dalam pembelajaran
Dengan meningkatkan kualifikasi guru merupakan salah satu perioritas pemerintah Indonesia, hal tersebut sebagai wujud realisasi UU guru dan dosen no. 14/2005 yang mensyaratkan guru untuk memiliki kualifikasi minimal S-1 dan memiliki sertifikat dalam mengajar. Secara spesifik professor Steve Slemer (2005) dan Soekartawi (2005) menyarankan 6 tahapan dalam merancang dan menyelenggarakan blended learning agar hasilnya optimal, yaitu :
1.      Tetapkan macam dan materi bahan ajar
2.      Tetapkan rancangan dari blended learning yang digunakan
3.      Tetapkan format dari on-line learning
4.      Lakukan uji terhadap rancangan yang dibuat
5.      Selenggarakan blended learning dengan baik dengan cara menyiapkan tenaga pengajar yang ahli dalam bidang tersebut
6.      Siapkan kriteria untuk melakukan evaluasi pelaksanaan blended learning.
Program ini berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan internet sebagai utama, tatap muka dilakukan hanya beberapa kali pada program resendensial, selebihnya menggunakan program e-learning. [4]


BAB III
PENUTUP
A.        Kesimpulan
Garrison dan Vaughan (2008) mendefinisikan yang dikutip oleh Francine S.Glazer, bahwa blended learning adalah proses pembelajaran campuran tatap muka dengan online, sehingga menjadi pengalaman belajar yang unik.

Karakteristik blended learning yaitu:
1.   Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pembelajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media yang berbasis teknologi yang beragam.
2.   Sebuah kombinasi pembelajaran langsung (face to face), belajar mandiri dan belajar mandiri via online.
3.   Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyanpaian, cara mengajar dan gaya pembelajarannya.
4.   Guru dan orang tua peserta belajar memiliki peran yang sama penting, guru sebagai fasilitator dan orang tua sebagai pendukung.
Daftar pustaka

   
Tri luqman, H. dan Erfan Dinarin, A. (2013). Yogyakarta:Deepublish. Yendri, d. (2013). Blended learning.

France S.Glazer, blended learning, (Virginia: Stylus Publishing,2012), hal 1







[1] Qais Muhammad. 2018. Makalah teori belajar dan pembelajaran. Di unduh di https://www.academia.edu/makalah_pendekatan_blended_learning.docx tanggal 21 bulan maret 2020 pukul 20.30
[2] France S.Glazer, blended learning, (Virginia: Stylus Publishing,2012), hal 1
[3][3] Qais Muhammad. 2018 diunduh di https://www.academia.edu/makalah_pendekatan_blended_learning.docx diakses pada 21 maret 2020 pukul 20.31
[4] Tri luqman, H. dan Erfan Dinarin, A. (2013). Yogyakarta:Deepublish. Yendri, d. (2013). Blended learning.

2 komentar:

  1. Bagaima metode pembelajaran yg mengenai praktek dalam pembelajaran yg menggukanBlended Learning yg telah dilakukan secara online krn praktek itu butuh berhadapan langsung agar mengetahui dgn mudah n jelas

    BalasHapus
  2. Blended learning ini metodenya secara campuran antara tatap muka dengan online. Misalnya kayak kita alami waktu kuliah pas materi pak hafid .ini kan metodenya tatap muka dengan online pada waktu tatap muka kita diajari bagaimana cara membuat blog dan sebagainya pada waktu online kita mengerjakan apa saja tugas dari pak dosen tersebut.

    BalasHapus

teknologi informasi dan komunikasi untuk penilaian pembelajaran

TUGAS Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk penilaian pembelajaran Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran ber...