TUGAS
Teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana
komunikasi bagi guru dan siswa
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran berbasis teknologi
Dosen
pengampu :
Moh.
Hafidz, M.pd.I
Disusun oleh :
Hozeini
20180301191
Semester 4
FAKULTAS
TARBIYAH PRODI PAI
UNIVERSITAS
IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK
2019-2020
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI BAGI GURU
DAN SISWA
A. Konsep
komunikasi didunia maya
Komunikasi
adalah proses penyampaian pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan
sehingga terjadi kesamaan pemahaman atas pesan tersebut. Didalam dunia maya
media komunikasi yang digunakan adalah computer. Dunia maya atau virtual
terjadi karena adanya teknologi internet. Sedangkan yang dimaksud dengan
komunikasi didunia maya adalah komunikasi yang dilakukan tidak dalam bentuk
tatap muka secara langsung akan tetapi interaksinya itu mengirim dan menerima
pesan atau informasi melalui pemanfaatan wahana jaringan yang namanya internet.
B. Manfaat
komunikasi virtual
Menurut
Rusman dkk dalam bukunya ada sejumlah manfaat komunikasi yang dilakukan secara
virtual, diantaranya adalah :
1.
Cepat, komunikasi atau pertukaran infomasi bisa
dilakukan dengan cepat. Meskipun jarak jauh, tidak perlu menunggu waktu lama.
2.
Mudah, apabila sudah menguasai teknis operasional
computer dan fasilitas pendukung, proses komunikasi dapat dilakukan dengan
mudah.
3.
Bisa dilakukan secara real time dan unreal time.
Secara real time artinya komunikasi dilakukan secara langsung, yaitu
komunikator dan komunikan berinteraksi dengan waktu yang sama tanpa adanya
penundaan waktu untuk memberi respons pesan yang diterima. Sedangkan unreal
time yaitu kebalikan dari real time. Ada penundaan waktu untuk memberi respons
pesan yang diterima.
4.
Bisa individual atau group sesuai dengan keperluan.
5.
Jumlah dan jenis pesan besar dan beragam. Bentuk pesan
dalam komunikasi virtual diantaranya: teks, suara dan gambar atau gabungan
diantara ketiganya. [1]
C. Jenis-jenis
komunikasi didunia maya
Ada 4
jenis komunikasi yang ada didunia maya, yaitu sebagai berikut :
1.
E-mail
Marupakan kependekan dari electronic mail, dalam
bahasa Indonesia artinya surat electronik. Kata e-mail itu merujuk pada dua hal
yaitu,
a.
E-mail merupakan jenis program aplikasi atau fasilitas
berbasis internet yang dirancang untuk mengirim dan menerima surat secara
elektronik. Aplikasi e-mail diantaranya adalah yahoo, mail dan gmail. Aplikasi
ini digunakan untuk membaca, mengirim dan menyimpan e-mail.
b.
E-mail surat elektronik. Surat elektronik ini adalah
surat yang dibuat, dikirim dan diterima tidak dalam bentuk fisik berupa kertas
akan tetapi dalam bentuk data elektronik dibuat, dikirim dan diterima dalam
bentuk data diolah dan dikirim yang menggunakan program aplikasi e-mail dengan
memanfaatkan computer dan jaringan internet.
e-mail
ini juga bisa mengirim surat selayaknya mengirim surat seperti biasa, hanya
saja dalam wujud yang berbeda bukan berupa kertas. Dan beragam data juga yang
bisa dikirim melalui e-mail yaitu teks tulisan, gambar, suara dan video dan
kesemuanya itu data yang berbentuk data elektronis.
2.
Facebook
Facebook ini merupakan program aplikasi dunia maya
jaringan social berbasis internet. Yang menemukan aplikasi ini adalah Mark
Zuckerberg seorang mahasiswa universitas Harvard. Tujuan dikembangkan facebook
ini adalah sebagai media untuk saling mengenal antara mahasiswa Harvard dan
saling mengenal jati diri teman satu dengan yang satunya sesama kampus tanpa
harus bertatap muka secara langsung. Dengan mengingat jumlah mahasiswanya yang
begitu banyak.
3.
Milis
Mailing list ini dalam internet digunakan untuk
berdiskusi melalui e-mail. Diskusi ini dikelompokkan berdasarkan kategori atau
topic dan kelompok tertentu. Misalnya adalah topic tentang pekerjaan, bisnis
dan pendidikan. Atau kelompok organisasi kemahasiswaan, HMJ KURTEK, BEM dan
HMI. Penyedia malling ini biasanya terkenal dengan yahoo.
4.
Chatting
Chatting ini kata benda dari kata kerja chat (inggris)
yang artinya adalah mengobrol. Chatting didunia internet artinya program
tersedia yang bisa digunakan untuk mengobrol atau berinteraksi via internet.
Dan pemanfaatannya dari chatting ini adalah banyak digunakan mencari perkenalan
dengan orang-orang yang berbeda latar budaya, bahkan juga untuk mencari jodoh.
Sebenarnya juga tidak hanya untuk perkenalan saja akan tetapi juga digunakan
untuk beragam tujuan termasuk kepentingan pendidikan.
D. Model
penggunaan TIK dalam pendidikan
Pendidikan mempunyai dimensi yang sangat luas, pendidikan ini merujuk
pada dimensi program dan strategi pembelajaran dalam rangka mengembangkan
kemampuan siswa. Pemanfaatan ICT didalam suatu kegiatan pendidikan ditinjau
dari sisi program yang harus didesain dan bagaimana desain itu
diimplementasikan.
ICT ini memberikan manfaat kepada pendidikan jika ICT ini dirancang dan
digunakan dengan sebaik mungkin bagi kegiatan suatu pendidikan. Jika tidak
adanya desain yang baik ICT ini tidak akan memberikan manfaat yang optimal,
bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi penghambat kegiatan suatu
pendidikan.
Beberapa pandangan mengenai model pemanfaatan ICT (internet) dalam
pendidikan, diantaranya yaitu seagai berikut : Abdulhak (2005) mengklasifikasi
pemanfaatan ICT kedalam tiga jenis, yaiitu :
1. ICT
sebagai media (alat bantu) pendidikan. Artinya ICT ini hanya sebagai pelengkap
untuk memperjelas uraian yang disampaikan guru.
2. ICT sebagai
sumber. Artinya ICT ini digunakan sebagai sumber informasi dalam penggunaannya
siswa mencari infomasi via ICT berdasarkan bimbingan guru.
3. ICT
sebagai system pembelajaran. ICT ini dirancang sedemikian rupa sebagai suatu
system pembelajaran yang terintegrasi. Fungsi media, sumber, system atau
prosedur pembelajaran tertentu tercakup.
Dari tiga
jenis pemanfaatan diatas dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Dan tidak ada
keharusan yang mana yang harus diikutinya. Jika dipandang itu cara konvensional
lebih efektif dan efisien dibagian tertentu maka model konvensional lebih baik
digunakan dan tidak perlu memaksakan menggunakan yang namanya ICT.
Namun
ketika ada kebijakan dengan berbagai rasional tertentu dan menentukan untuk
mengoptimalkan penggunakan yang namanya ICT dalam suatu proses pendidikan maka
penerapan ICT dalam pendidikan harus betul-betul optimal diperlukan kemampuan
pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan yang berbasis ICT dengan baik.
Menurut
et.al (2000:135) mengemukakan 5 level penggunaan WWW dalam pendidikan. Dibawah
ini 5 tingkatan penggunaan web dalam pendidikan.
1. Level 0
No Web Use
Tidak
menggunakan web sama sekali
2. Level 1
Informational
Menyediakan
informasi yang relatif stabil kepada siswa, isi informasi terdiri dari silabus,
jadwal pelajaran/kuliah dan kontak informasi. Informasi jenis ini mudah dibuat
oleh instruktur atau asisten, tidak atau hanya sedikit memerlukan pemeliharaan
harian dan hanya mengambil sedikit ruang dan bandwidth.
3.
Level 2 Supplemental
Menyediakan
informasi isi mata pelajaran kepada siswa. Isinya meliputi catatan kuliah atau
handout lainnya. Contoh penyajiannya dalam power point yang disimpan dalam
dokumen HTML dan ditempatkan di web untuk direview oleh siswa.
4. Level 3
Essensial
Siswa tidak
bisa menjadi anggota kelas yang aktif jika tidak mengakses pelajaran di web
secara teratur. Pada level ini siswa memperoleh hamper seluruhnya, jika tidak
semuanya, informasi isi pelajaran dari web.
5. Level 4
Communal
Pada level
ini ada pertemuan tatap muka dan online. Informasi ini pelajaran mungkin
disajikan secara online atau dikelas. Idealnya siswa bisa mencari dan menemukan
banyak isi pelajaran secara mandiri.
6. Level 5
Immerse
Seluruh isi pelajaran dan
interaksi belajar terjadi secara online. Cara ini tidak samadengan ide balajar
jarak jauh biasa. Akan tetapi level ini harus dipandang sebagai cara yang
canggih, yaitu masyarakat belajar virtual yang konstruktivistik. [2]
dari deskripsi tentang penggunaan web didalam suatu pendidikan kita bisa
melihat sebegitu luas alternatif penggunaan web dalam pendidikan. Model yang
mana yang akan digunakan tergantung dari karakteristik kemampuan dari lembaga
pendidikan yang bersangkutan. Termasuk factor kemampuan dari gurunya.
E.
Kemampuan yang dituntut bagi penyelenggaraan
pendidikan berbasis TIK
Semakin meluasnya penggunaan internet didalam suatu pendidikan untuk
mampu mengintegrasikan teknologi web kedalam lingkungan belajar mulai dari fase
desain, pengembangan, penerapan dan pemeliharaan. Setidak ada 3 pihak yang
harus dituntut kemampuannya agar WBT terselenggara yaitu pihak lembaga,
pengelola dan guru ataupun dosen.
Pertama, tuntutan
kelembagaan. Situasi dan kondusi lembaga pendidikan perlu diciptakan sedemikian
rupa sehingga WBT memungkinkan berjalan. Menurut uraian Ellis, et al. (1999),
secara kelembagaan, perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya
yang namanya kerja sama antar apartemen yang ada diperusahaan tersebut.
Diantaranya pihak yang terkait salah satunya adalah : departemen system
Informasi dan manajemen system Informasi. Dapat kita ambil suatu esensi bahwa
lembaga pendidikan, sekolah ingin sukses menyelenggarakan suatu pendidikan yang
berbasis web maka dari itu harus ada kebijakan yang memihak, kerja sama dan
komitmen antar unit kerja yang memungkinkan akan terlibat nantinya.
Kedua, tuntutan
kemampuan pengelola. Tuntatan atau syarat yang harus dipenuhi oleh pengelola
programnya adalah sebagai berikut :
1. Mampu
meyakinkan atau menemukan nilai baik yang ada didalam WBT yang bisa diambil
kepentingan pendidikan dan pengembangan professional.
2. Memahami
secara dalam mengenai pengaruh psikologi pelatihan yang menggunakan system
virtual pada kejiwaan terdidik.
3. Mampu
untuk menyesuaikan budaya dan sikap lembaga dalam penggunaan system pendidikan
dan pelatihan online.
4. Memahami
bagaimana WBT akan memengaruhi organisasi.
5. Memahami
dan menyadari adanya berbagai keterbatasan baik secara hardware maupun
software.
6. Mengetahui
berbagai persyaratan dasar tentang teknologi yang diberlakukan bagi
penyelenggaraan WBT.
7. Mampu
untuk menerapkan metode desain intruksional yang efektif untuk lingkungan yang
berbasis web.
8. Mampu
untuk membandingkan kesesuaian antara pendekatan yang berbasis web dengan
pendekatan tradisional.
9. Mampu
untuk menentukan tingkat keunggulan dan keuntungan program.
10. Memahami tentang
penempatan staf dan manajemen tim yang efektif.
11. Mampu
untuk melakukan evaluasi dan memelihara web.
Dengan landasan pengetahuan diatas, manajer WBT mampu melaksanakan tugas
sebagai manajer yang baik, mampu mengoordinasikan timnya dalam mendesain,
mengembangkan, menerapkan, mengevaluasi dan memelihara suatu program.
Sedangkan alur kegiatannya dari pengelolaan pendidikan yang berbasis web
meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
a. Identifikasi
dan analisis kebutuhan WBT.
Identifikasi
akibat dari potensial yang muncul dari penerapan WBT.
1. Tentukan
sisi baiknya.
2. Tentukan
kekurangannya.
b. Merancang
desain WBT (secara tim):
1. Menentukan
fokus/isi yang sesuai
2. Mengedentifikasi
hambatan anggaran.
3. Mengedentifikasi
isu keberatan hardware dan software.
4. Merancang
desain dan petunjuk penggunaannya.
5. Mengedentifikasi
karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang diinginkan.
c. Mengembangkan
website atau system pelatihan komersial yang customize:
1. Mengembangkan
isi.
2. Membuat
desain visual.
3. Melakukan
uji coba.
d. Implementasi
program WBT:
Memasarkan
program dilingkungan internal.
e. Menilai
program beserta isinya:
1. Penilaian
oleh pengguna.
2. Menilai
validitas dan reliabilitas isi.
f. Melakukan
pemeliharaan site yang sedang berjalan:
1. Memasukkan
pembaharuan teknologi.
2. Penjadwalan
dan membuat revisi.
Kegita, tuntutan
kemampuan guru. Untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web garus
harus memiliki:
1. Memiliki
sikap positif terhadap teknologi informasi (TI) (positive attitudes to IT)
2. Memahami
potensi pendidikan dalam TI (understanding the educational potential of IT)
3. Mampu
menggunakan TI dalam kurikulum secara efektif (ability to use IT effectively in
curriculum)
4. Mampu
mengelola penggunaan TI didalam kelas (ability to manage IT use in the
classroom)
5. Mampu
menilai penggunaan TI (ability to evaluate IT use)
6. Mampu
menyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan (ability to ensure differentiation
and progression)
7. Memiliki
kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang
telah dimiliki (technical capability to use an appropriate range of IT
resources and up date these skills).[3]
F.
Pendekatan Instruksional yang bisa diterapkan untuk
melaksanakan pendidikan berbasis TIK
Dalam hal ini akan diuraikan beberapa pendekatan
instruksional menurut hasil studi Lowther, et.al. (2000) beberapa hasil
kajiannya tentang pembelajaran baik yang bersifat teoritis maupun yang bersifat
hasil riset.
Menurut Lowther, et.al, teori belajar yang harus
dipahami untuk dijadikan sebagai landasan bagi pelaksanaan pembelajaran yang
berbasis TIK diLPTK adalah sebagai berikut: constructivisme
dari Bruner (1999), anchored instruction dari CTGV (1993), cognitive
apprenticeship dari Brown et.al (1993) dan multiple intelegence dari Gardner
(1993). Teori belajar ini diterapkan tidak secara sendiri-sendiri akan
tetapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).
Dalam pendekatan instruksional Lowther, et.al
mengajukan beberapa metode pembalajaran untuk membentuk kemampuan calon guru
dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya diLPTK, yaitu :
simulated K-12 technology
classroom;modeling;observing/participating in technology stting;learning
technology skill; and reflective practices.[4]
Kesimpulan
Dapat kami simpulkan bahwa dari tugas ini adalah
Konsep komunikasi didunia maya komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari
pemberi pesan kepada penerima pesan sehingga terjadi kesamaan pemahaman atas
pesan tersebut. Didalam dunia maya media komunikasi yang digunakan
adalah computer. Dunia maya atau virtual terjadi karena adanya teknologi internet.
Dan manfaatnya dari komunikasi di dunia maya adalah
cepat, mudah, bisa dilakukan secara real time dan unreal time, bisa individual
atau kelompok dan jumlah dan jenis pesan besar dan beragam.
Dan ada macam-macam jenisnya juga komunikasi didunia
maya itu adalah E-mail, facebook, milis dan chatting.
Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet
dalam pendidikan dan pelatihan menuntut pengelola pendidikan untuk mampu
mengintegrasikan teknologi web kedalam lingkungan belajar mulai dari fase
desain, pengembangan, penerapan dan pemeliharaan. Setidaknya ada 3 pihak yang
dituntut kemampuannya agar WBT bisa terlaksana yaitu pihak lembaga, pengelola
dan guru/dosen.
Daftar pustaka
Rusman, dkk. 2012. Pembelajaran berbasis teknologi
informasi dan komunikasi mengembangkan profesionalitas guru. Cetakan ke-2.
Jakarta:raja Grafindo persada, mei 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar