Selasa, 05 Mei 2020

teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana komunikasi bagi guru dan siswa


TUGAS

Teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana komunikasi bagi guru dan siswa

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran berbasis teknologi





 











Dosen pengampu :
Moh. Hafidz, M.pd.I




Disusun oleh :
Hozeini
20180301191
Semester 4




FAKULTAS TARBIYAH PRODI PAI
UNIVERSITAS IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK 2019-2020

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI BAGI GURU DAN SISWA
A.     Konsep komunikasi didunia maya
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan sehingga terjadi kesamaan pemahaman atas pesan tersebut. Didalam dunia maya media komunikasi yang digunakan adalah computer. Dunia maya atau virtual terjadi karena adanya teknologi internet. Sedangkan yang dimaksud dengan komunikasi didunia maya adalah komunikasi yang dilakukan tidak dalam bentuk tatap muka secara langsung akan tetapi interaksinya itu mengirim dan menerima pesan atau informasi melalui pemanfaatan wahana jaringan yang namanya internet.
B.     Manfaat komunikasi virtual
Menurut Rusman dkk dalam bukunya ada sejumlah manfaat komunikasi yang dilakukan secara virtual, diantaranya adalah :
1.      Cepat, komunikasi atau pertukaran infomasi bisa dilakukan dengan cepat. Meskipun jarak jauh, tidak perlu menunggu waktu lama.
2.      Mudah, apabila sudah menguasai teknis operasional computer dan fasilitas pendukung, proses komunikasi dapat dilakukan dengan mudah.
3.      Bisa dilakukan secara real time dan unreal time. Secara real time artinya komunikasi dilakukan secara langsung, yaitu komunikator dan komunikan berinteraksi dengan waktu yang sama tanpa adanya penundaan waktu untuk memberi respons pesan yang diterima. Sedangkan unreal time yaitu kebalikan dari real time. Ada penundaan waktu untuk memberi respons pesan yang diterima.
4.      Bisa individual atau group sesuai dengan keperluan.
5.      Jumlah dan jenis pesan besar dan beragam. Bentuk pesan dalam komunikasi virtual diantaranya: teks, suara dan gambar atau gabungan diantara ketiganya. [1]
C.     Jenis-jenis komunikasi didunia maya
Ada 4 jenis komunikasi yang ada didunia maya, yaitu sebagai berikut :
1.      E-mail
Marupakan kependekan dari electronic mail, dalam bahasa Indonesia artinya surat electronik. Kata e-mail itu merujuk pada dua hal yaitu,
a.       E-mail merupakan jenis program aplikasi atau fasilitas berbasis internet yang dirancang untuk mengirim dan menerima surat secara elektronik. Aplikasi e-mail diantaranya adalah yahoo, mail dan gmail. Aplikasi ini digunakan untuk membaca, mengirim dan menyimpan e-mail.
b.      E-mail surat elektronik. Surat elektronik ini adalah surat yang dibuat, dikirim dan diterima tidak dalam bentuk fisik berupa kertas akan tetapi dalam bentuk data elektronik dibuat, dikirim dan diterima dalam bentuk data diolah dan dikirim yang menggunakan program aplikasi e-mail dengan memanfaatkan computer dan jaringan internet.
e-mail ini juga bisa mengirim surat selayaknya mengirim surat seperti biasa, hanya saja dalam wujud yang berbeda bukan berupa kertas. Dan beragam data juga yang bisa dikirim melalui e-mail yaitu teks tulisan, gambar, suara dan video dan kesemuanya itu data yang berbentuk data elektronis.
2.      Facebook
Facebook ini merupakan program aplikasi dunia maya jaringan social berbasis internet. Yang menemukan aplikasi ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa universitas Harvard. Tujuan dikembangkan facebook ini adalah sebagai media untuk saling mengenal antara mahasiswa Harvard dan saling mengenal jati diri teman satu dengan yang satunya sesama kampus tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dengan mengingat jumlah mahasiswanya yang begitu banyak.
3.      Milis
Mailing list ini dalam internet digunakan untuk berdiskusi melalui e-mail. Diskusi ini dikelompokkan berdasarkan kategori atau topic dan kelompok tertentu. Misalnya adalah topic tentang pekerjaan, bisnis dan pendidikan. Atau kelompok organisasi kemahasiswaan, HMJ KURTEK, BEM dan HMI. Penyedia malling ini biasanya terkenal dengan yahoo.
4.      Chatting
Chatting ini kata benda dari kata kerja chat (inggris) yang artinya adalah mengobrol. Chatting didunia internet artinya program tersedia yang bisa digunakan untuk mengobrol atau berinteraksi via internet. Dan pemanfaatannya dari chatting ini adalah banyak digunakan mencari perkenalan dengan orang-orang yang berbeda latar budaya, bahkan juga untuk mencari jodoh. Sebenarnya juga tidak hanya untuk perkenalan saja akan tetapi juga digunakan untuk beragam tujuan termasuk kepentingan pendidikan.
D.     Model penggunaan TIK dalam pendidikan  
Pendidikan mempunyai dimensi yang sangat luas, pendidikan ini merujuk pada dimensi program dan strategi pembelajaran dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa. Pemanfaatan ICT didalam suatu kegiatan pendidikan ditinjau dari sisi program yang harus didesain dan bagaimana desain itu diimplementasikan.
ICT ini memberikan manfaat kepada pendidikan jika ICT ini dirancang dan digunakan dengan sebaik mungkin bagi kegiatan suatu pendidikan. Jika tidak adanya desain yang baik ICT ini tidak akan memberikan manfaat yang optimal, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi penghambat kegiatan suatu pendidikan.
Beberapa pandangan mengenai model pemanfaatan ICT (internet) dalam pendidikan, diantaranya yaitu seagai berikut : Abdulhak (2005) mengklasifikasi pemanfaatan ICT kedalam tiga jenis, yaiitu :
1.      ICT sebagai media (alat bantu) pendidikan. Artinya ICT ini hanya sebagai pelengkap untuk memperjelas uraian yang disampaikan guru.
2.      ICT sebagai sumber. Artinya ICT ini digunakan sebagai sumber informasi dalam penggunaannya siswa mencari infomasi via ICT berdasarkan bimbingan guru.
3.      ICT sebagai system pembelajaran. ICT ini dirancang sedemikian rupa sebagai suatu system pembelajaran yang terintegrasi. Fungsi media, sumber, system atau prosedur pembelajaran tertentu tercakup.
Dari tiga jenis pemanfaatan diatas dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Dan tidak ada keharusan yang mana yang harus diikutinya. Jika dipandang itu cara konvensional lebih efektif dan efisien dibagian tertentu maka model konvensional lebih baik digunakan dan tidak perlu memaksakan menggunakan yang namanya ICT.
Namun ketika ada kebijakan dengan berbagai rasional tertentu dan menentukan untuk mengoptimalkan penggunakan yang namanya ICT dalam suatu proses pendidikan maka penerapan ICT dalam pendidikan harus betul-betul optimal diperlukan kemampuan pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan yang berbasis ICT dengan baik.
Menurut et.al (2000:135) mengemukakan 5 level penggunaan WWW dalam pendidikan. Dibawah ini 5 tingkatan penggunaan web dalam pendidikan.
1.      Level 0 No Web Use
Tidak menggunakan web sama sekali
2.      Level 1 Informational
Menyediakan informasi yang relatif stabil kepada siswa, isi informasi terdiri dari silabus, jadwal pelajaran/kuliah dan kontak informasi. Informasi jenis ini mudah dibuat oleh instruktur atau asisten, tidak atau hanya sedikit memerlukan pemeliharaan harian dan hanya mengambil sedikit ruang dan bandwidth.
3.                  Level 2 Supplemental
Menyediakan informasi isi mata pelajaran kepada siswa. Isinya meliputi catatan kuliah atau handout lainnya. Contoh penyajiannya dalam power point yang disimpan dalam dokumen HTML dan ditempatkan di web untuk direview oleh siswa.
4.      Level 3 Essensial
Siswa tidak bisa menjadi anggota kelas yang aktif jika tidak mengakses pelajaran di web secara teratur. Pada level ini siswa memperoleh hamper seluruhnya, jika tidak semuanya, informasi isi pelajaran dari web.
5.      Level 4 Communal
Pada level ini ada pertemuan tatap muka dan online. Informasi ini pelajaran mungkin disajikan secara online atau dikelas. Idealnya siswa bisa mencari dan menemukan banyak isi pelajaran secara mandiri.
6.      Level 5 Immerse
Seluruh isi pelajaran dan interaksi belajar terjadi secara online. Cara ini tidak samadengan ide balajar jarak jauh biasa. Akan tetapi level ini harus dipandang sebagai cara yang canggih, yaitu masyarakat belajar virtual yang konstruktivistik. [2]
dari deskripsi tentang penggunaan web didalam suatu pendidikan kita bisa melihat sebegitu luas alternatif penggunaan web dalam pendidikan. Model yang mana yang akan digunakan tergantung dari karakteristik kemampuan dari lembaga pendidikan yang bersangkutan. Termasuk factor kemampuan dari gurunya.
E.      Kemampuan yang dituntut bagi penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK
Semakin meluasnya penggunaan internet didalam suatu pendidikan untuk mampu mengintegrasikan teknologi web kedalam lingkungan belajar mulai dari fase desain, pengembangan, penerapan dan pemeliharaan. Setidak ada 3 pihak yang harus dituntut kemampuannya agar WBT terselenggara yaitu pihak lembaga, pengelola dan guru ataupun dosen.
Pertama, tuntutan kelembagaan. Situasi dan kondusi lembaga pendidikan perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga WBT memungkinkan berjalan. Menurut uraian Ellis, et al. (1999), secara kelembagaan, perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya yang namanya kerja sama antar apartemen yang ada diperusahaan tersebut. Diantaranya pihak yang terkait salah satunya adalah : departemen system Informasi dan manajemen system Informasi. Dapat kita ambil suatu esensi bahwa lembaga pendidikan, sekolah ingin sukses menyelenggarakan suatu pendidikan yang berbasis web maka dari itu harus ada kebijakan yang memihak, kerja sama dan komitmen antar unit kerja yang memungkinkan akan terlibat nantinya.
Kedua, tuntutan kemampuan pengelola. Tuntatan atau syarat yang harus dipenuhi oleh pengelola programnya adalah sebagai berikut :
1.      Mampu meyakinkan atau menemukan nilai baik yang ada didalam WBT yang bisa diambil kepentingan pendidikan dan pengembangan professional.
2.      Memahami secara dalam mengenai pengaruh psikologi pelatihan yang menggunakan system virtual pada kejiwaan terdidik.
3.      Mampu untuk menyesuaikan budaya dan sikap lembaga dalam penggunaan system pendidikan dan pelatihan online.
4.      Memahami bagaimana WBT akan memengaruhi organisasi.
5.      Memahami dan menyadari adanya berbagai keterbatasan baik secara hardware maupun software.
6.      Mengetahui berbagai persyaratan dasar tentang teknologi yang diberlakukan bagi penyelenggaraan WBT.
7.      Mampu untuk menerapkan metode desain intruksional yang efektif untuk lingkungan yang berbasis web.
8.      Mampu untuk membandingkan kesesuaian antara pendekatan yang berbasis web dengan pendekatan tradisional.
9.      Mampu untuk menentukan tingkat keunggulan dan keuntungan program.
10.  Memahami tentang penempatan staf dan manajemen tim yang efektif.
11.  Mampu untuk melakukan evaluasi dan memelihara web.
Dengan landasan pengetahuan diatas, manajer WBT mampu melaksanakan tugas sebagai manajer yang baik, mampu mengoordinasikan timnya dalam mendesain, mengembangkan, menerapkan, mengevaluasi dan memelihara suatu program.
Sedangkan alur kegiatannya dari pengelolaan pendidikan yang berbasis web meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Identifikasi dan analisis kebutuhan WBT.
Identifikasi akibat dari potensial yang muncul dari penerapan WBT.
1.   Tentukan sisi baiknya.
2.   Tentukan kekurangannya.
b.      Merancang desain WBT (secara tim):
1.   Menentukan fokus/isi yang sesuai
2.   Mengedentifikasi hambatan anggaran.
3.   Mengedentifikasi isu keberatan hardware dan software.
4.   Merancang desain dan petunjuk penggunaannya.
5.   Mengedentifikasi karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang diinginkan.  
c.       Mengembangkan website atau system pelatihan komersial yang customize:
1.   Mengembangkan isi.
2.   Membuat desain visual.
3.   Melakukan uji coba.
d.      Implementasi program WBT:
Memasarkan program dilingkungan internal.
e.       Menilai program beserta isinya:
1.   Penilaian oleh pengguna.
2.   Menilai validitas dan reliabilitas isi.
f.       Melakukan pemeliharaan site yang sedang berjalan:
1.   Memasukkan pembaharuan teknologi.
2.   Penjadwalan dan membuat revisi.
Kegita, tuntutan kemampuan guru. Untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web garus harus memiliki:
1.      Memiliki sikap positif terhadap teknologi informasi (TI) (positive attitudes to IT)
2.      Memahami potensi pendidikan dalam TI (understanding the educational potential of IT)
3.      Mampu menggunakan TI dalam kurikulum secara efektif (ability to use IT effectively in curriculum)
4.      Mampu mengelola penggunaan TI didalam kelas (ability to manage IT use in the classroom)
5.      Mampu menilai penggunaan TI (ability to evaluate IT use)
6.      Mampu menyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan (ability to ensure differentiation and progression)
7.      Memiliki kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang telah dimiliki (technical capability to use an appropriate range of IT resources and up date these skills).[3]
F.      Pendekatan Instruksional yang bisa diterapkan untuk melaksanakan pendidikan berbasis TIK
Dalam hal ini akan diuraikan beberapa pendekatan instruksional menurut hasil studi Lowther, et.al. (2000) beberapa hasil kajiannya tentang pembelajaran baik yang bersifat teoritis maupun yang bersifat hasil riset.
Menurut Lowther, et.al, teori belajar yang harus dipahami untuk dijadikan sebagai landasan bagi pelaksanaan pembelajaran yang berbasis TIK diLPTK adalah sebagai berikut: constructivisme dari Bruner (1999), anchored instruction dari CTGV (1993), cognitive apprenticeship dari Brown et.al (1993) dan multiple intelegence dari Gardner (1993). Teori belajar ini diterapkan tidak secara sendiri-sendiri akan tetapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).
Dalam pendekatan instruksional Lowther, et.al mengajukan beberapa metode pembalajaran untuk membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya diLPTK, yaitu : simulated K-12 technology classroom;modeling;observing/participating in technology stting;learning technology skill; and reflective practices.[4]


Kesimpulan
Dapat kami simpulkan bahwa dari tugas ini adalah Konsep komunikasi didunia maya komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan sehingga terjadi kesamaan pemahaman atas pesan tersebut. Didalam dunia maya media komunikasi yang digunakan adalah computer. Dunia maya atau virtual terjadi karena adanya teknologi internet.
Dan manfaatnya dari komunikasi di dunia maya adalah cepat, mudah, bisa dilakukan secara real time dan unreal time, bisa individual atau kelompok dan jumlah dan jenis pesan besar dan beragam.
Dan ada macam-macam jenisnya juga komunikasi didunia maya itu adalah E-mail, facebook, milis dan chatting.
Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet dalam pendidikan dan pelatihan menuntut pengelola pendidikan untuk mampu mengintegrasikan teknologi web kedalam lingkungan belajar mulai dari fase desain, pengembangan, penerapan dan pemeliharaan. Setidaknya ada 3 pihak yang dituntut kemampuannya agar WBT bisa terlaksana yaitu pihak lembaga, pengelola dan guru/dosen.
Daftar pustaka
Rusman, dkk. 2012. Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi mengembangkan profesionalitas guru. Cetakan ke-2. Jakarta:raja Grafindo persada, mei 2012.




   



[1] Rusman, dkk. 2013. Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Raja Grafindo persada.
[2] Rusman,dkk. 2012. Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Jakarta:rajawali pers,2012 hal 414
[3] Ibid. hal 415-418
[4] Ibid hal 420

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

teknologi informasi dan komunikasi untuk penilaian pembelajaran

TUGAS Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk penilaian pembelajaran Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran ber...