TUGAS
BELAJAR
DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran berbasis teknologi
![]() |
Dosen
pengampu :
Moh.
Hafidz, M.pd.I
Disusun oleh :
Hozeini
20180301191
Semester 4
FAKULTAS
TARBIYAH PRODI PAI
UNIVERSITAS
IBRAHIMY SUKOREJO SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK 2019-2020
BELAJAR DAN
PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
A.
PENDAHULUAN
Teknologi informasi dan
komunikasitelah berkembang begitu sangat pesat dan memberikan yang sangat nyata
terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah khususnya pembelajaran.
Pemanfaatan
dan pengembangan TIK di dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah dikenal
dengan sebutan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan
melalui fasilitas yang telah disediakan, guru dan siswa dapat mengolaborasikan
kegiatan belajar dan mengajar didalam kelas dengan efektif.
Salah
satu alat dalam TIK adalah komputer, dimana komputer mempunyai banyak
kelebihan. Terutama bila dimanfaatkan dalam pembelajaran. Sehingga peserta
didik dapat berinteraksi langsung dengan sumber informasi.
Dari
saking banyaknya peluang baru yang ditawarkan TIK sangat begitu menarik namun
tidak bisa dipungkiri bahwa peran guru sebagai pendidik tidak dapat digantikan.
TIK hanya berfungsi sebagai alat bantu saja, peserta didik masih sangat butuh terhadap
pemahaman yang benar dalam menerapkan TIK di dalam suatu pembelajaran.
B. KONSEP BELAJAR, PEMBELAJARAN DAN MENGAJAR
Belajar
adalah proses memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai sehingga
terjadi perubahan dalam diri siswa kearah yang positif.
Sedangkan
menurut sudjana(2004:28) pengertian pembelajaran: pembelajaran dapat diartikan
sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi
kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yaitu peserta didik dan
pendidik(sumber belajar) yang melakukan pembelajaran.
Pembelajaran
berbasis TIK adalah upaya memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses
terjadinya pembelajaran. TIK ini hanya berperan sebagai alat bantu bukan
subyek utama. Dalam pembelajaran yang berbasis TIK berperan sebagai media
penghubung untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta
didik. Dua unsur yang paling penting didalam proses menfransfer ilmu
pengetahuan tersebut yaitu unsur media dan pesan yang akan disampaikan melalui
media tersebut. Unsur media menggambarkan TIK sebagai jaringan insfrastruktur
yang menghubungkan pendidik dengan peserta didik sedang unsur pesan
menggambarkan konten pembelajaran digital.
C. JENIS-JENIS AKTIVITAS BELAJAR
Dalam
proses belajar mengajar merupakan proses interaksi antara guru dengan murid.
Dimana didalamnya itu sangat banyak kegiatan atau aktivitas yang dilakukan.
Guru diharuskan mampu untuk memanfaatkan beragam aktivitas yang mungkin
dilakukan didalam pembelajaran agar mampu dengan mudah menyampaikan materi yang
seharusnya disampaikan kepada siswa, dan siswapun dengan mudah memahami materi
yang disampaikan dengan variasi aktivitas belajar yang sesuai dengan gaya
belajar masing-masing.
Paul B.
Diedrich (sardiman,2006:101), menyatakan bahwa kegiatan siswa digolongkan
sebagai berikut: Visual activities, meliputi membaca,
memperhatikan gambar, demonstrasi dan percobaan. Oral activities,
meliputi menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran dan mengeluarkan
pendapat. Listening activities, meliputi mendengarkan percakapan,
diskusi dan pidato. Writing activities, meliputi menulis cerita, karangan,
laporan dan menyalin. Motor activities, meliputi
melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain,berkebun dan
beternak. Mental activities, meliputi menanggapi,
mengingat, memecahkan soal dan menganalisis. Emotional activities,
meliputi menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani,
tenang dan gugup.
Dari
banyaknya kombinasi jenis aktivitas belajar diatas akan sangat membantu baik
guru maupun peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran sehingga memudahkan
dalam mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Tidak
semua jenis aktivitas belajar harus ada didalam pembelajaran karena terdapat
materi pelajaran yang tidak mampu melakukan atau tidak sesuai dengan jenis
aktivitas itu.
Sehingga
guru harus mampu dalam memilih jenis aktivitas belajar yang tepat terhadap
materi pembelajaran.
D. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Dikemukakan
oleh Rothwal A.B (1961) adalah : Prinsip kesiapan (readinees)
proses belajar dipengaruhi kesiapan siswa. Yang dimaksus kesiapan siswa adalah
kondisi yang memungkinkan dia dapat belajar. Prinsip motivasi (motivation) tujuan
belajar diperlukan suatu proses yang terarah. Sedangkan motivasi adalah suatu
kondisi dari siswa untuk memprakarsai suatu kegiatan, mengatur arah kegiatan
itu dan memelihara kesungguhan. Prinsip persepsi seseorang
cenderung untuk percaya sesuai dengan bagaimana dia memahami situasi. Persepsi
adalah interpertasi tentang situasi yang hidup. Setiap individu melihat dunia
dengan caranya masing-masing, persepsi ini mempengaruhi perilaku individu. Prinsip
tujuan tujuan harus jelas dalam pikiran dan diterima oleh siswa
pada saat proses terjadi. Tujuan adalah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh
seseorang. Prinsip belajar kognitif belajar kognitif melibatkan
proses pengenalan dan penemuan. Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur,
pembentukan konsep, penemuan masalah dan keterampilan memecahkan masalah yang
selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, bernalar, menilai dan
berimajinasi. Prinsip belajar afektif proses belajar afektif seseorang
menemukan bagaimana dia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru. Belajar
afektif mencakup nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Prinsip belajar psikomotor
proses individu menentukan bagaimana dia mampu mengendalikan aktivitas ragawinya.
Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik. Prinsip belajar evaluasi
jenis cakupan validitas evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan
selanjutnya pelaksanaan latihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk
menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan.
E. TIPE GAYA BELAJAR
Salah
satu langkah untuk mengetahui bagaimana cara belajar efektif adalah dengan
mengenal gaya belajar yang sesuai untuk kita. Berikut adalah 7 gaya belajar
yang perlu kita ketahui:
Visual (spatial) gaya belajar visual ditandai
dengan preferensi kamu untuk belajar dengan menggunakan gambar, grafik, warna,
imajinasi visual dan spasial. Nah, kalau kamu memiliki pemahaman di hal-hal
tersebut berarti kamu tipe orang dengan gaya belajar visual. Misalnya saja kamu
punya sense yang baik saat membaca peta atau mengikuti instruksi sesuai dengan
gambar.
Aural (auditory)
gaya
belajar auditory ditandai dengan kemudahan dalam memproses informasi dengan
baik dari berbagai sumber suara, seperti penjelasan guru, pidato, rekaman
suara. Biasanya, orang yang cocok dengan gaya belajar aural atau auditory ini
lebih senang mendengarkan materi dikelas atau duduk diam mendengarkan audio
book. Orang dengan gaya belajar aural juga memiliki kecenderungan untuk sukses
dibidang musik, karena mempunyai sense yang baik terhadap nada dan ritme.
Verbal
(linguistic)
gaya belajar verbal ditandai dengan preferensi untuk menggunakan kata kata,baik
dalam membaca maupun menulis dalam memahami pelajaran.pelajar verbal nyaman
dengan banyak membaca,berbicara dan menulis saat belajar.pelajar verbal juga
cenderung menyukai permainan kata,puisi,pantun dan menemukan arti kata.
Phycikal
(kinesthetic) nah,kalau
gaya belajar kinestetik biasanya ditandai dengan cepatnya menerima dan mengolah
informasi dari hal hal fisik.misalnya saja sentuhan,kehadiran alat peraga dan
partisipasi diri sendiri dalam proses belajar.kamu cenderung merasa perlu untuk
mengalami sesuatu secara langsung untuk benar benar memahami suatu hal.kamu
juga punya sensi yang baik tentang tekstur atau bentuk.biasanya,anak dengan
gaya belajar kinestetik menyukai kegiatan fisik seperti olahraga.
Logical
(mathematical) kamu
merasa unggul saat menghitung? Berarti gaya belajarmu adalah
mathematical,nih.biasanya kamu akan cepat menyadari suatu bentuk pola dan
melihat keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya yang biasanya tidak
disadari banyak orang.kamu juga bisa memahami sesuatu dengan menyambungkan
koneksi dari berbagai detil dan menyusunnya dengan terorganisir seperti bermain
puzzle.
Solitary
(intrapersonal) kamu
suka belajar dikeadaan sepi dan menyendiri? Bisa jadi kamu cenderung punya gaya
belajar intrapersonal. Dengan mengerjakan semuanya sendiri, kamu bisa membuat
dan mengetahui personal interest dan goals. Biasanya kamu lebih senang membaca
buku atau belajar dari laptop/hp.
F. TEORI BELAJAR BEHAVIOURISTIK,
KOGNITIF DAN KONSTRUKTIVISTIK
Teori belajar
behaviorisme adalah
sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan berliner tentang perubahan tingkah
laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini berkembang menjadi aliran
psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik
pendidikan dan pembelajaran yang dikenal dengan behavioristik. Teori
behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang
belajar sebagai individu yang pasif.
Teori belajar
kognitivisme mulai
berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang telah
berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para
peserta didik memproses informasi dan peajaran melalui upayanya mengorganisir,
menyimpan dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan
pengetahuan yang telah ada. Peneliti yang mengembangkan teori kognitif adalah
Ausubel, Bruner dan Gagne. Dari tiga peneliti masing-masing memiliki penekanan
yang berbeda. Ausubel menekankan pada aspek pengelolahan yang memiliki pengaruh
utama terhadap belajar. Bruner bekerja pada pengelompokkan.
Teori belajar
konstruktivisme bersifat
membangun dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan konstruktivisme
adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme
merupakan landasan berfikir pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan
dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit. Pengetahuan bukanlah seperangkat
fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus
mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.
G. KOMPONEN PEMBELAJARAN
Komponen
pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan antara
satu dengan yang lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar.
Didalam suatu pembelajaran terdapat komponen yang berkaitan dengan proses
pembelajaran, yaitu :
Kurikulum secara luas tidak hanya berupa
mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja, akan
tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa
sesuai dengan tujuan pendidikan yang dihadapkan. Kurikulum sebagai rancangan
pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek
kegiatan pendidikan. Mengingat sangat pentingnya peranan kurikulum didalam
suatu pendidikan dan didalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan
kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.
Guru merupakan satu diantara
pembentukan utama calon warga masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas
sebagai pengajar( penyampai ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing,
pengembang dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi
kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam
bahasa indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama
mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi
peserta didik.
Siswa atau murid biasanya digunakan
untuk seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan, dibawah bimbingan
seorang guru atau beberapa guru.
Komponen-komponen dalam pembelajaran adalah METODE PEMBELAJARAN adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu
proses belajar-mengajar agar berjalan dengan sangat baik. Metode tersebut
antara lain : metode ceramah itu
menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan. Metode tanya jawab itu guru memberikan pertanyaan kepada muridnya
atau sebaliknya. Metode diskusi itu
penyampaian bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan
menemukan alternatif pemecahan masalah. Metode
demontrasi itu metode mengajarnya
dengan cara memperagakan barang atau kejadian baik secara langsung maupun
melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau
materi yang sedang disajikan. Metode
eksperimen itu cara guru dan murid bersama-sama mengerjakan suatu percobaan
untuk mengetahui pengaruh dari sesuatu aksi.
Komponen-komponen
dalam proses pembelajaran adalah
MATERI
merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Dalam kegiatan
belajar, materi harus didesain sedemian rupa, sehingga cocok untuk mencapai
suatu tujuan dengan memperhatikan komponen yang lain. Pemilihan materi harus
bener-bener dapat memberikan kecakapan dalam memecahkan masalah dikehidupan
sehari-harinya. ALAT PEMBELAJARAN (MEDIA) media adalah perantara atau pengantar
suatu pesan dari pengirim kepada
penerima pesan. Sedang media pembelajarannya adalah perangkat lunak atau
perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu belajar. EVALUASI itu suatu tindakan atau proses untuk
menentukan nilai dari suatu hal, guna mengetahui hasil belajar siswa mengembangkan
kemampuan belajar.
H. TIPE-TIPE PEMBELAJARAN
Tipe Pembelajaran
kooperatif jigsaw,
guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok. Setiap siswa diberi tugas
mempelajari salah satu bagian materi dari
beberapa pelajaran, supaya siswa mendiskusikan bagian materi
pembelajaran yang sudah dibagi dengan kelompoknya.
Tipe
pembelajaran kooperatif NHT ( number heads together), tipe ini digunakan untuk
melibatkan siswa dalam penguatan pemahaman pembelajaran atau mengecek pemahaman
siswa terhadap materi pembelajaran.
Tipe
pembelajaran kooperatif STAD ( student teams Achievement division), tipe ini digunakan untuk
mendukung dan momotivasi siswa mempelajari materi secara berkelompok. Tipe ini
menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling
memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai
prestasi yang maksimal.
Tipe
pembelajaran kooperatif TAI ( team accelerated instruction), tipe ini mengkombinasi keunggulan
pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini dirancang untuk
mengamati ksulitan belajar siswa secara individual ciri khas pada tipe ini
setiap siswa secara individual dibawa kekelompok untuk didiskusikan dan saling
dibahas oleh anggota kelompok dan jawabannya pun ditanggung oleh bersama.
Tipe
pembelajaran kooperatif PICTURE AND PICTURE, tipe ini digunakan untuk media gambar dalam
proses pembelajarannya yaitu dengan cara memasang atau mengurutkan gambar
menjadi urutan yang logis.
Tipe
pembelajaran kooperatif PROBLEM SOLVING ( berbasis masalah ), tipe ini menggiring siswa untuk
dapat menyelesaikan masalah. Masalah ini dapat diperoleh dari guru atau siswa.
Proses pembelajarannya siswa dilatih untuk kritis dan kearif dalam memecahkan masalah
serta difokuskan pada membangun struktur kognitif siswa.
I.
PENDEKATAN
PEMBELAJARAN
Dapat
diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang
sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan
melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Terdapat dua
jenis pendekatan, yaitu :
Pendekatan
pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered
approach) dan
pendekatan
pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered
approach).
Dan ada
juga macam-macam pendekatan pembelajaran.
Pendekatan
konstektual, merupakan
konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan
dengan situasi dunia nyata siswa mendorong membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka.
Pendekatan
konstrutivisme, ini
lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru
yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswanya sendiri yang didasari
oleh pengetahuan.
Pendekatan
deduktif, pendekatan
yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan.
Pendekatan
induktif, ini menekankan pada pengamatan terlebih dahulu
lalu menarik kesimpulan berdasarkn pengamatan tersebut. Biasanya pendekatan
pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.
Pendekatan
konsep, pendekatan
ini biasanya mengarahkan peserta didik menguasai sebuah konsep secara benar
dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep.
Pendekatan
proses, ini
pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses
penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. Atau
pendekatan ini berorientasi pada proses bukan hasil.
J. PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Di
kalangan para pendidik atau guru pembelajaran berbasis TIK ini merupakan bentuk
pembelajaran yang relatif sangat baru karena pembelajaran selama ini pasti
selalu kegiatan tatap muka di dalam kelas antara guru dan murid. Pembelajaran
berbasis TIK ini adalah upaya
memanfaatkan kemajuan TIK saat ini untuk mendukung terjadinya proses yang
namanya pembelajaran. TIK ini hanya berperan sebagai alat bantu saja bukan
sebagai subyek utama.
Di dalam
pembelajaran berbasis TIK ini berperan sebagai media penghubung untuk
menyampaikan ilmu pengetahuan dari guru kepada murid. Pada tahap ini guru
sebagai penyampai materi. Konten digital yang disampaikan hanya bersifat
tambahan sehingga tidak wajib disampaikan. Proses pembelajaran dibatasi oleh
ruang dan waktu.
K. PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
Multimedia
merupakan salah satu bentuk teknologi komputer yang saat ini banyak dan sering
digunakan dalam bidang pendidikan. Multimedia ini mencakup berbagai media dalam
satu perangkat lunak. Pada dasarnya, pembelajaran diselenggerakan dengan
harapan agar siswa mampu menangkap atau menerima, memproses, menyimpan serta
mengeluarkan informasi yang telah diolahnya.
Multimedia
dapat menyajikan sebuah tampilan berupa teks nonsekuensial, nonlinier dan
multidimensional secara interaktif. Visualisasi tersebut akan mempermudah dalam
memilih mensintesa dan mengelaborasi pengetahuan yang ingin dipahami.
Multimedia hanya salah satu sarana yang mempermudah proses belajar mengajar
tetapi belum tentu sesuai untuk menyajikan semua pokok bahasan dalam proses
belajar mengajar. Selain itu perbedaan individual siswa, sesuai dengan
kecepatan dan kemampuan belajarnya dapat dibantu dengan layanan program
komputer yang disesuaikan dengan bahan ajar yang diperlukan dan komunikasi yang
berlangsung antara siswa dan komputer dibawah fasilitator guru diwujudkan dalam
bentuk stimulus-respons.
L. TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN
Teknologi
informasi bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau
sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Pemanfaatan
teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman.
Perkembangan
teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan
dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life,
artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara
eletronik. Jika dilihat pada saat ini perkembangan teknologi informasi terutama
di indonesia semakin berkembang.
Ternyata
banyak sekali manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan kita
sehari-hari. Misalnya dalam bidang pendidikan. Dengan adanya pendidikan dimungkinkan terjadinya
penyebarluaskan teknologi informasi dan tranformasi ilmu pengetahuan untuk
sektor-sektor pendidikan.
M. KESIMPULAN
Jadi
dapat kami simpulkan bahwa belajar dan pembelajaran berbasis teknolgi informasi
dan komunikasi itu yang namanya teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini
berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun,
bulan atau hari melainkan jam. Terutama berkaitan dengan teknologi informasi
dankomunikasi yang ditunjang dengan teknologi eletrotika. Pengaruhnya sangat
meluas ke berbagai bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan.
N. DAFTRA PUSTAKA

Apakah semua pelajar di era modern ini wajib dan harus tau dan paham tentang TIK ?
BalasHapusIya harus karena TIk ini Semakin berkembang
BalasHapusbagaimana dengan mereka yang menyandang distabilitas ?
BalasHapusiya kan bisa diajari bertahap toh
BalasHapusiya kan bisa diajari secara bertahap toh
BalasHapus